Feeds:
Posts
Comments

Pemuda Berkarir

Berdasarkan riset PwC, mayoritas karyawan muda punya pemikiran bahwa mereka akan memiliki portfolio karir di 2-5 perusahaan. Hanya 8% karyawan muda yang berpikiran mereka akan stay di satu perusahaan. Rupanya fenomena kutu loncat adalah hal jamak di seluruh dunia, dimana masing-masing individu memilih menjalani career path di organisasi yang berbeda selama hidupnya.

Sayangnya, riset ini tidak memotret berapa banyak portfolio karir yang dikehendaki oleh karyawan muda di Indonesia. So Indonesian millenials, how many employers do you think will have in the future? ;)

Rindu

Apabila ditanya apa hal yang paling bisa membuat saya rindu, saya bisa menyebut, keluarga. Saya merindukan suasana kehangatan disaat semua anggota berkumpul, bercanda tawa dengan ayah ibu dan kakak. Saling mengejek nada suara sumbang dalam lagu yang kami nyanyikan. Saling palak makanan ketika salah satu memegangnya. Menonton acara di tv yang bukan favorit ku, bukan favorit kakakku dan ayah ku yaitu Sinetron! Ooops, maaf ibu.

Kehilangan Sovia

Kerinduan yang teramat sangat adalah kepada Sovia yang kini telah pergi. Dia seorang kakak, musuh, sahabat, teman crita, pemimpin, guruku yang selalu memaklumi kebodohan dan keluguanku. Saya boleh bilang, dia pergi tanpa pamit disaat aku berharap banyak pada kehadirannya sebagai penyeimbang di dalam keluarga kelak. Kepergiannya mengganggu keseimbangan. Saya kehilangan. Sangat.

Ya. Tanpa pamit. Sovia, andai aku bisa menyampaikan 2 pesan padamu, satu aku akan berterima kasih atas segala kebaikan dan jasamu padaku yang tak terhitung dan kedua, aku ingin marah. Mengapa di saat-saat terakhir engkau tidak pernah menceritakan sakitmu, yang tiba-tiba datang lagi. Mungkin aku juga yang salah, tidak pernah menanyakannya. Andai aku tahu, aku berharap bisa membantu meski hanya dengan doa.

Tren Outsourcing

Outsourcing adalah salah satu isu ketenagakerjaan yang muncul menguat di tahun-tahun terakhir. Teknik hubungan industrial yang telah memperoleh legalitas melalui undang-undang ketenagakerjaan ini implementasinya semakin meluas, mulai dari tenaga profesional hingga unskilled labour.

Sebagai isu politik, outsourcing menjadi topik bahasan yang menimbulkan pro dan kontra. Yang pro mengatakan, outsourcing adalah tuntutan daya saing ekonomi, wujud dari flexible resources yang dapat meningkatkan efisiensi operasional suatu organisasi dalam menghadapi fluktuasi demand. Namun yang kontra mengatakan, outsourcing merenggut job security dari karyawan, bentuk kesemena-menaan sistem kapitalis yang mengutamakan kepentingan pemodal dan mengesampingkan kesejahteraan pegawai.

Oke. Anda boleh pro atau kontra terhadap outsourcing. Tetapi faktanya, outsourcing saat ini merupakan fenomena global. Silahkan anda baca buku Thomas L. Friedman yang berjudul The World is Flat, dan simak bagaimana India menjadi negara yang panen devisa  dengan bisnis outsourcing nya. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, ditambah dengan tenaga kerja kompeten dan murah, India melalui kota Bangalore menjadi contoh kesuksesan outsourcing dalam meningkatkan perekonomian.

Fenomena outsourcing  juga semakin berkembang di Indonesia, dimana praktik yang sering kita dengar diterapkan di perusahaan swasta sudah masuk keranah  instansi publik. Pemerintah salah satu provinsi di tahun 2010 merencanakan penggunaan tenaga outsourcing sebagai pengganti terhadap tenaga kerja honorer. Mari kita lihat bersama bagaimana efek penggunaan tenaga kerja utsourcing di instansi publik. Secara konsep, perubahan status hubungan ini dapat mendorong tumbuhnya budaya kinerja di lingkungan instansi publik, mengingat karyawan outsourcing dapat dievaluasi kinerjanya dan bila tidak perform, karyawan dapat diputus kontraknya.

Sadar tidak sadar, suka tidak suka, lingkungan kerja adalah arena politik. Sarat taktik dan intrik yang cukup pelik. Kadang santun, kadang licik. Demi sebuah kepentingan, saling sikut kiri kanan. Segala cara dihalalkan untuk memenangi persaingan. Tapi jangan salahkan politik. Sebagai disiplin ilmu dia netral. Pelaku-lah yang mewarnai dan memaknai politik sehingga ia terlihat hitam atau putih.

Namun bagi kita kaum kantor, tak perlu alergi berpolitik, karena pada dasarnya politik adalah alat/cara mencapai tujuan atau bisa arti lain kekuasaan. Hanya saja, jalankan politik secara santun dan beretika. Percayalah, lebih indah bersaing sehat daripada berpolitik negatif yang destruktif terhadap karir dan nama baik . Ingat, hidup kita tidak hanya hari ini dan toh, rejeki tak akan kemana.

Dunia kerja adalah lingkungan dimana talenta dan kekayaan intelektual semata tidaklah cukup. Perlu taktik cermat agar hari-hari dilalui dan prestasi dapat diraih. Kerja keras saja tidak cukup, perlu kerja cerdas dan menjaga integritas.

Sahur, saatnya #sawityowit

Bagi anda yang ingin mendapat acara alternatif, hiburan segar di saat sahur, ada baiknya mengunjungi twitter. Ada acara #sawityowit, forum diskusi bikinan Dagienkz, Desta, dan Vincent. Sawityowit adalah singkatan dari Sahur with your twitter. Bukan sekedar forum diskusi, tetapi #sawityowit jadi ajang word games, adu joke, tebakan. Kalau mau lihat preview-nya #sawityowit, berikut

Pagi ini #sawityowit menempati urutan 4 trending topics di twitter. Dahsyat Man! Bule-bule di twitter pun heran.

Blue Ocean Strategy

Sepertinya, ulah Dagienkz, Desta, dan Vincent untuk membuat acara di twitter ini merupakan cerminan blue ocean strategy. Gagasan Cerdas! Keluar dari pertarungan samudra merah hiburan sahur di media TV (entah disengaja atau memang mereka sedang ga laku), masuk ke social networking. Dan hasilnya? Membanggakan. Pesan saya, segera patenkan, hati-hati nanti ada yang klaim.

Older Posts »