Balanced Scorecard (BSC) adalah konsep manajemen yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan-profesor dari Harvard dan David P. Norton-konsultan manajemen. Kaplan dan Norton pertama kali mempublikasikan pemikiran mengenai BSC pada tahun 1992 melalui artikel dalam Harvard Business Review yang berjudul The Balance Scorecard: Measures that Drive Performance.
Dasar pemikiran dari BSC sebenarnya cukup sederhana, yaitu bahwa dalam upaya mengelola kinerja diperlukan indikator pengukuran yang seimbang agar organisasi dapat berjalan dengan optimal. Arti kata seimbang yang dimaksudkan dalam prinsip BSC adalah seimbang dalam mengukur indikator keuangan dan non keuangan, serta indikator dampak (lag indicator) dan indikator pendorong (lead indicator).
Melalui berbagai tulisannya, kedua tokoh pencetus BSC tersebut menyampaikan berbagai argumen bahwa indikator keuangan yang selama ini sering dipakai dalam sistem pengukuran kinerja perusahaan tidaklah cukup dalam memberikan gambaran utuh kinerja perusahaan. Menanggapi masalah dalam sistem pengukuran ini, Kaplan dan Norton menyarankan agar organisasi membuat sistem penilaian kinerja yang lebih komprehensif menggunakan BSC dengan empat perspektif pengukuran di dalamnya yaitu Finansial, Customer, Proses Internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan karyawan (Pengembangan SDM).
Sejak diperkenalkan pertama kalinya, konsep BSC mendapat respon yang sangat luas di kalangan perusahaan. Majalah The Financial Times pada tahun 2004 melaporkan bahwa sekitar 80% perusahaan perusahaan besar di Amerika telah mengadopsi konsep BSC. Selain itu, artikel yang ditullis oleh Kaplan dan Norton tentang BSC disebut sebagai salah satu artikel bisnis yang paling berpengaruh dalam Harvard Business Review edisi khusus ulang tahun Harvard Business School ke 100.
Buku Kaplan dan Norton tentang BSC pada tahun 2000 telah diterjemahkan ke dalam 19 bahasa. Di Indonesia, survey yang dipublikasikan di Majalah SWA edisi Agustus 2005 juga mengungkapkan bahwa BSC menjadi salah satu konsep manajemen paling populer di Indonesia. Melihat fakta tersebut, tidak salah apabila dikatakan bahwa BSC menjadi alat manajemen yang sangat populer dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
Download jurnal Balanced Scorecard di sini

bisa ga boss ini buat managemen publik pemerintahan ??
Bisa banget, justru saat ini manajemen publik perlu mempertajam sasaran kerjanya untuk kontrol yang lebih baik. Salah satu tols untuk itu adalah Balanced Scorecards.
saya ingin bertanya mengapa dalam menilai suatu perusahaan tidak hanya melihat dalam dalam laporan keuangan nya saja .?
sehingga muncullah balance scorecard ini?balas ya,,,thx
Alasan utamanya adalah adanya keinginan untuk menilai perusahaan secara komprehensif dan balance baik dari segi finansial-non finansial serta indikator dampak (lag) dan akibat (lead)..
Penggunaan indikator finansial menuai banyak kritik mengingat terlalu menyederhanakan kompleksitas dan misleading terhadap upaya mengukur aktivitas-aktivitas operasional seperti defect rate, cycle time, customer satisfaction, employee engagement, dan lain-lain.