Dalam artikel sebelumnya telah dibahas sedikit gambaran sejarah dan pengertian Balanced Scorecard (BSC). Artikel kali ini akan membahas lebih jauh tentang manfaat BSC dalam dunia bisnis. Secara umum, terdapat dua manfaat utama dari penggunaan BSC, yaitu sistem pengukuran kinerja dan alat implementasi/ eksekusi strategi.
Pada awalnya, BSC dibuat khusus oleh perumusnya, Kaplan dan Norton, untuk memecahkan masalah yang timbul dalam sistem pengukuran kinerja perusahaan. Mengapa sistem pengukuran kinerja begitu penting? Hal itu dikarenakan sistem pengukuran kinerja akan mempengaruhi perilaku para manajer dan karyawan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki sistem pengukuran kinerja yang bagus dapat mencapai kinerja lebih tinggi.
Untuk menyempurnakan sistem pengukuran kinerja yang sudah ada, Kaplan dan Norton kemudian menawarkan konsep BSC untuk mengukur kinerja perusahaan secara lebih komprehensif dengan menggunakan key performance indicator (KPI) yang meliputi empat perspektif:
b. Pelanggan (Customer): KPI yang terkait dengan kualitas layanan kepada customer baik internal maupun eksternal.
c. Proses Internal: KPI yang terkait dengan kualitas atau perbaikan proses kerja.
d. Pertumbuhan dan Pembelajaran: KPI yang terkait dengan pengembangan sumberdaya manusia.
Disamping sebagai sistem pengukuran kinerja, BSC mengalami perkembangan menjadi alat implementasi/eksekusi strategi. Salah satu kesulitan dalam mengelola strategi adalah bagaimana menerjemahkan visi misi perusahaan menjadi suatu model yang mudah dipahami oleh seluruh angggota organisasi. Melalui BSC, strategi organisasi dapat dipetakan melalui strategy map dengan hubungan sebab-akibat yang sesuai sehingga mudah dilaksanakan.
Dengan demikian, BSC diharapkan mampu menjawab kesulitan dalam mengimplementasikan strategi mengingat menurut laporan majalah Fortune tahun 1999, 70% kegagalan seorang manajer bukan disebabkan oleh perumusan strategi yang salah, namun lebih dikarenakan oleh eksekusi strategi yang buruk.
John H. Ingle and William Schiemann, “Is Measurement Worth It?” Management Review, March 1996
R. Charan and G. Colvin, “Why CEOs Fail,” Fortune, June 21, 1999</span
Mas agung,sya skrg gi nysun skripsi ttg BSC d perushaan prduksi.tpi sya ksulitan buat kuesioner kpuasn plggan n kryawan.mhon saranny.thanx..
Mas agung,sya skrg gi nysun skripsi ttg BSC d perushaan prduksi.tpi ksulitan buat kuesioner kpuasn plggan n kryawan.mhon saranny.thanx..
Kalau kesulitan bikin survey kepuasan pelanggan, ada baiknya menggunakan pengukuran service quality untuk perspektif customernya. Saya ada kirim beberapa jurnal yang terkait. Mudah-mudahan membantu ya.